Tolak Pemakaman Jenazah Diduga Terjangkit Covid-19, Warga Diminta Bubarkan Diri

21 July 2021 21:34
Tolak Pemakaman Jenazah Diduga Terjangkit Covid-19, Warga Diminta Bubarkan Diri

POSMAKASSAR.COM – Kasubbag Humas Polres Gowa bersama anggota piket jaga mendatangi TKP penolakan pemakaman jenazah yang diduga terjangkit Covid-19 di Kelurahan Tombolo Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa malam (20/7/2021), sekitar pukul 20.10 Wita kemarin.

Awalnya beredar informasi terkait penolakan pemakaman jenazah yang terpapar Covid-19. Selanjutnya, Kasubbag Humas AKP M Tambunan dan personil penjagaan yang saat itu lepas tugas pasca jaga Mako pada hari raya Idul Adha, merespon cepat dan langsung mengecek ke lokasi.

Saat tiba di TKP Jenazah yang diduga terjangkit Covid-19 telah dimakamkan. Namun warga dari Kelurahan Kalegowa, terlihat masih berkumpul.
Mereka dikabarkan memprotes dan menolak jika dikemudian hari tetap dilakukan pemakaman di pekuburan yang tidak jauh dari pemukiman warga tersebut.

Kepala Kelurahan Kalegowa sempat memberikan pemahaman kepada warga, namun warga tetap bersikeras.

Melihat hal itu, Kasubag Humas Polres Gowa
langsung menemui dan memberikan pemahaman kepada warga terkait aturan pemakaman terhadap jenazah yang diduga terjangkit covid-19.

Diketahui, Kelurahan Kalegowa ini bersebelahan dengan kelurahan Tombolo dan mereka takut tertular jika ada pemakaman jenazah Covid-19 karena pemukiman warga bersebelahan dengan lokasi pemakaman.

Menurut AKP M Tambunan, setiap jenazah yang diduga terjangkit Covid-19 dapat dimakamkan di mana saja, sesuai surat edaran Gubernur Sulsel dengan syarat ada permintaan pihak keluarga kepada Satgas Covid tingkat kabupaten, dengan berkoordinasi pihak provinsi.

“Jika memang ada indikasi penularan terhadap masyarakat bila dilakukan pemakaman di perkuburan, walaupun disekitar pemukiman warga, pasti sudah banyak warga yang menjadi korban. Tapi hingga saat ini, hal itu kan tidak terjadi,” ujarnya, Rabu (21/07/2021).

Setelah diberikan pemahaman, warga pun mulai terkendali dan dihimbau untuk membubarkan diri.

Aksi penolakan ini, kata dia, awalnya karena ada miskomunikasi antara petugas pemakaman dari Satgas Covid dengan penjaga pemakaman, dimana petugas jaga pemakaman tidak mendapat informasi tetang rencana pemakaman.

“Dengan adanya kejadian ini, saya berharap seluruh masyarakat kabupaten Gowa tidak lagi melakukan penolakan pemakaman terhadap jenazah yang diduga terjangkit Covid-19, sesuai surat edaran gubernur Sulsel nomor 001/IX/2020 di manapun lokasinya dan bila hal itu terjadi maka pihak kepolisian akan melakukan tindakan,” tutupnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya