Ribut Dengar Anak-anak Ngaji, Oknum Anggota Dewan Tembok Pintu Rumah Tahfiz

23 July 2021 20:30
Ribut Dengar Anak-anak Ngaji, Oknum Anggota Dewan Tembok Pintu Rumah Tahfiz

POSMAKASSAR.COM – Seorang pria di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Amiruddin menutup dengan tembok pintu masuk rumah belajar Al-Qur’an (rumah tahfiz). Sebabnya, Amiruddin, yang tinggal bertetangga dengan rumah tahfiz itu, diduga kesal mendengar anak-anak mengaji yang dianggap ribut.

Rumah tahfiz Nurul Jihad ini berada di Jalan Ance Deng Ngoyo Lorong 5, RT/RW V, Kelurahan Masale Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Ketua RW V Kelurahan Masale, Makassar, Abdul Aziz saat ditemui wartawan di lokasi mengatakan, pintu belakang rumah tahfiz tersebut ditembok tetangganya yang tepat berada di samping belakang rumah mereka, pada Kamis (22/7/2021) kemarin.

“Saya dengar Tahfidz dianggap ribut karena mengaji. Kedua masalah kebersihan dan bajunya di situ dijemur. Itu yang dia tidak suka dianggap kotor,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Abdul Aziz mengaku sempat bertemu dengan anak-anak tahfiz dan mendapatkan laporan bahwa si pemilik rumah atas nama Amiruddin. Tidak hanya pintu belakang rumah tahfiz yang ditembok, ada juga pintu rumah warga lainnya yang tertutup akibat penembokan itu.

“Jadi ada dua rumah yang tertutup setelah ditembok ini. Yang menutup ini atas nama Amiruddin yang punya rumah,” jelasnya.

Sebelum melakukan penembokan, katanya, keluarga Amiruddin memberitahukan rencananya soal penembokan itu. Hal itu pun langsung ditolak Abdul Azis, lantaran harus mendapatkan persetujuan pemilik rumah tahfiz dan rumah yang lainnya.

“Apalagi wilayah yang ditembok itu merupakan jalan masuk dalam kategori fasilitas umum (fasum),” ungkapnya.

“Akibat penembokan itu, pemilik tahfiz atas nama Pak Faisal dan rumah warga yang satunya akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Panakkukang. Sudah ada suratnya di rumah untuk menyampaikan ini (penembok rumah) supaya datang,” sambungnya.

Padahal, kata Abdul Aziz, Rumah Tahfidz ini lebih dulu berdiri daripada rumah milik Amiruddin, yaitu sekitar 1990-an. Sementara itu, penembok rumah tahfiz ini tidak berada di rumah karena bekerja di wilayah Pangkep, Sulsel. Pemilik rumah disebut hanya datang setiap akhir pekan.

Ia menerangkan bahwa rumah tersebut dihibahkan untuk dipergunakan masyarakat setempat sebagai lokasi belajar dan menghafal Alquran anak-anak kurang mampu.

Sementara Camat Panakukkang, Thahir Rasyid membenarkan penembokan pintu masuk rumah belajar Al-Qur’an tersebut.

Menurutnya, pagar tembok itu didirikan di tepat depan pintu masuk rumah tersebut.

“Iya benar. Rumah itu milik salah satu warga yang dipergunakan untuk menghapal Alquran,” kata Thahir Rasyid, Jumat (23/7/2021).

Thahir mengatakan, rumah tersebut dipagar tembok oleh warga yang tinggal dekat lokasi tersebut. Warga tersebut diduga seorang anggota DPRD Kabupaten Pangkep.

“Rumah ini ditutup dengan menggunakan batu di pintu belakangnya, akibatnya tidak bisa dilewati,” ujarnya.

Thahir menyebut rumah yang dipagar tembok tersebut merupakan fasilitas umum. Pihaknya akan mengirim somasi kepada oknum warga agar segera merobohkan pagar yang telah dibangun.

“Kita akan surati, meminta agar pagar itu dirobohkan segera supaya anak-anak bisa menghapal Alquran lagi. Kalau surat kami tidak ditindaklanjuti, maka kami akan tempuh jalur hukum,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah wartawan masih berusaha mengonfirmasi hal tersebut kepada anggota DPRD Pangkep yang diduga menutup akses rumah tempat belajar dan menghafal Alquran tersebut. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya