Berlangsung Aman, Tembok Menutup Rumah Tahfiz di Makassar Akhirnya Dibongkar

24 July 2021 13:37
Berlangsung Aman, Tembok Menutup Rumah Tahfiz di Makassar Akhirnya Dibongkar

POSMAKASSAR.COM – Petugas Satpol PP Kota Makassar akhirnya membongkar tembok yang menutup akses ke Rumah Tahfiz, di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Lorong 5, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (24/7/2021).

Pembongkaran itu dilakukan sejak pukul 10.00 Wita dan dikawal oleh aparat TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan setempat.

Awalnya, pembongkaran itu dilakukan Amiruddin, Anggota DPRD Pangkep yang diwakili oleh keluarganya secara simbolis memakai linggis. Selanjutnya diserahkan ke Camat Panakkukang, Thahir Rasyid secara simbolis, serta dilanjutkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satgas Kecamatan Panakkukang kemudian menyelesaikannya.

Pembongkaran itu berlangsung aman dan kondusif, tanpa ada gesekan antara pihak yang bersangkutan.

“Alhamdulillah semuanya sudah aman,” kata Camat Panakkukang, Muh Tahrir kepada wartawan di lokasi.

Sebelumnya diberitakan, rumah tahfiz ini sempat ditembok tetangganya, Amiruddin, seorang oknum anggota DPRD Pangkep.

Mantan Camat di Kabupaten Pangkep itu, bahkan mengaku menyesalkan pemberitaan sepihak disejumlah media yang menyebut dirinya tega menutup akses untuk santri pondok tahfiz.

Katanya, akses tersebut bukan jalan utama, justru ia selama ini membantu pemilik rumah yang menghibahkan tanahnya itu ke pondok tahfiz.

Amiruddin mengaku tembok itu sebenarnya sudah lama berdiri namun dibobol untuk membantu mengangkut material pemilik pondok tahfiz.

“Sebenarnya ini sudah tiga tahunan, dulu sudah ada. Tetapi dibobol karena mereka mau simpan materialnya. Jadi dibiarkan dibobol dengan janji akan ditutup kembali. Tetapi ternyata tidak ditutup, padahal semua kotorannya itu ke halaman saya dan janjinya juga mereka yang akan tutup sendiri. Karena ini memang bukan jalanan, jalanan itu ada di depannya pondok tahfiz, rumah saya dibelakangnya,” bebernya, dihadapan awak media, Jumat (23/7/2021) semalam.

Sementara Ketua DPW PAN Provinsi Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi Djamal, di lokasi penembokan di Makassar mengatakan bahwa setelah pembokaran tembok tersebut, pihaknya berharap masalah tersebut bisa selesai.

“Hari ini saya datang ternyata sudah dibongkar lebih awal. Saya anggap sudah selesai, akses sudah dibuka kembali. Saya harap masalah tersebut bisa selesai,” katanya, Sabtu (24/7/2021).

Setelah tembok ini dibongkar, kata dia, Amiruddin juga akan melakukan klarifikasi atau tabayun dengan sejumlah pihak. Kahfi sebelumnya mengaku sudah meminta Amiruddin membongkar tembok tersebut.

“Proses tindak lanjutnya kita klarifikasi dulu kan. Ini kan panjang, sebelum ada tahfiz kan sudah ada tembok itu. Nanti kita klarifikasi itu. Yang penting untuk kemaslahatan bersama. Hari ini saya perintahkan kepada Amiruddin sebagai kader PAN untuk membuka akses jalan itu dulu,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan dari keluarga Amiruddin, Ahmad Akbar, juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman ini. Dia menegaskan bahwa keluarganya sama sekali tidak terganggu oleh suara-suara mengaji dari para tahfiz itu.

“Bahwa Haji Amiruddin memohon maaf, beribu-ribu maaf, atas kesalahpahaman ini,” kata Akbar kepada sejumlah wartawan di lokasi pembongkaran tembok.

“Kami tidak merasa keberatan dan tidak terganggu suara suara tahfiz sedang mengaji,” imbuhnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya