Penjemputan Jenazah Covid-19 di RSUD Daya Lambat, Koordinator Posko Satgas Sulsel Akui Timnya Kewalahan

28 July 2021 00:38
Penjemputan Jenazah Covid-19 di RSUD Daya Lambat, Koordinator Posko Satgas Sulsel Akui Timnya Kewalahan

POSMAKASSAR.COM – Ihwal lambatnya penjemputan jenazah pasien Covid-19 sebagaimana dikeluhkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar, ditanggapi Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan.

Melalui keterangan resminya, Koordinator Posko Satgas COVID-19 Sulsel, dr Arman Bausat kepada wartawan mengatakan bahwa timnya sudah maksimal melaksanakan tugas. Namun, keterlambatan itu diakui karena tingkat kasus kematian akibat Covid-19 belakangan ini cukup tinggi.

“Memang banyak kasus yang kami tangani. Hari Sabtu itu saja, ada 21 kasus kematian. Satu jenazah itu butuh waktu sekitar dua jam. Dan hari ini, kami mengurus sembilan kematian,” ujarnya, Selasa (27/7/2021).

Dia mengakui, tim Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan saat ini kewalahan karena harus melayani tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel, ditambah Rumah Sakit swasta yang ada di Kota Makassar.

Karenanya, lanjut Arman, pihaknya tentu membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. 

“Paling tidak, khusus untuk rumah sakit di bawah naungan Pemkot, termasuk RSUD Daya Makassar,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya pun telah melakukan koordinasi langsung dengan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk bersama membantu proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

“Jadi, sebelumnya saya juga sudah berkoordinasi dengan Walikota Makassar. Pemkot bahkan menyediakan tiga mobil ambulans, khusus untuk mengantar jenazah dari rumah sakit milik Pemkot, dan mengantar jenazah warga Kota Makassar yang meninggal di rumah,” jelasnya.

Menurut dokter Arman, peran Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel sebenarnya hanya membantu bila diperlukan. Tetapi selama ini, Satgas Provinsi menjalani peran utama, tanpa ada support dari pemerintah kota.

“Kami sudah melakukan semaksimal mungkin. Tapi dengan meningkatnya kasus kematian belakangan ini, tentu butuh dukungan Pemkot Makassar. Apalagi kan sudah dikoordinasikan sebelumnya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama RSUS Daya Makassar, dr Ardin Sani mengeluhkan adanya jenazah pasien Covid-19 yang membusuk akibat keterlambatan Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel menjemput mayat tersebut untuk segera dimakamkan.

Dokter Ardin mengatakan, usai melakukan pemulasaraan jenazah, pihaknya sudah melapor ke Satgas Provinsi Sulsel untuk secepatnya melakukan penjemputan jenazah agar proses pemakaman bisa segera dilakukan.

Namun akibat lambatnya penjemputan, jenazah yang sudah 24 jam berada ditempat pemulasaran itu akhirnya berbau.

Ia berharap, setelah pihak rumah sakit melakukan pemulasaran, bisa segera diupayakan penjemputan jenazah,sehingga proses pemakaman secepatnya bisa dilakukan. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya