316 Data Penerima Bansos di Kelurahan Mangasa Diduga Fiktif, Danny : Serahkan ke Aparat Hukum

30 July 2021 20:37
316 Data Penerima Bansos di Kelurahan Mangasa Diduga Fiktif, Danny : Serahkan ke Aparat Hukum

POSMAKASSAR.COM – Data penerima Bantuan Sosial (bansos) di Kota Makassar diduga banyak yang tidak tepat sasaran dan fiktif.

Setidaknya hal itu terlihat di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) melaporkan bahwa ada sebanyak 317 KK yang tercatat sebagai penerima bansos. Namun, setelah ditelusuri, hanya satu yang benar atau berhak. Sedangkan sisanya sebanyak 316 KK, merupakan data fiktif.

Master Recover Kecamatan Tamalate, Fahyuddin mengungkapkan, data tersebut berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihaknya di lapangan.

“Kita verifikasi di lapangan layak atau tidaknya penerima bantuan, ternyata setelah kita verifikasi dari 317 bantuan yang terdata hanya satu orang yang terdeteksi,” katanya , Jumat (30/7/2021).

Bukan hanya di Kelurahan Mangasa, Fahyuddin menambahkan, saat ini tengah melakukan verifikasi data di kelurahan lain di Kecamatan Tamalate.

Hal ini kata dia perlu dilakukan, sebab tidak menutup kemungkinan kelurahan lain juga terdapat data fiktif penerima bansos dari Kemensos tersebut.

“Ada beberapa kelurahan sudah kita verifikasi dan banyak tidak sesuai dengan apa yang terdata, hampir semua kelurahan,” ucapnya.

Ia mengatakan bakal menuntaskan verifikasi tersebut dalam dua hari. Setelah itu pihaknya bakal mengumumkan nama-nama yang bermasalah.

“Belum kita lapor, kita mau verifikasi baik-baik ini dulu. Setelah itu baru kita laporkan (ke pihak berwajib),” ucapnya.

Pendataan nama-nama penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial, kata dia, untuk menghindari silang sengkarut pembagian sembako sebanyak 100 ribu paket yang akan diberikan dari Pemerintah Kota Makassar.

Pasalnya, mereka yang menerima bantuan dari Kementerian Sosial tak akan menerima bantuan dari pemerintah kota. Hal itu agar bantuan sosial dapat merata menjangkau banyak lapisan masyarakat.

Fahyuddin menduga nama-nama fiktif 
penerima bantuan tersebut, juga banyak terjadi pada 14 kecamatan lain di Kota Makassar.

Sementara, Walikota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, dia sudah sejak dulu komplain dengan cara kerja TKSK.

“Ada laporan dari teman-teman master ada satu kelurahan penerima manfaatnya ternyata ada banyak fiktif,” kata dia.

Di sisi lain, Danny menyampaikan agar Master Recover tak terlalu berfokus pada hal itu. Ia meminta hal itu diserahkan ke aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas.

“Jadi saya bilang, tidak usah urusi itu, karena itu Kemensos sama TKSK yang bikin, biar urusan polisi nanti,” paparnya.

“Yang kita urusi punya kita sendiri yang penting terklarifikasi data-datanya yang fiktif. Saya cuma dilapori, jadi saya juga perintahkan untuk melapor ke aparat hukum,” pungkasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya