Kemenkes RI Restui Program Isolasi Apung Terpadu Pemkot Makassar

01 August 2021 12:57
Kemenkes RI Restui Program Isolasi Apung Terpadu Pemkot Makassar

POSMAKASSAR.COM – Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, mengeluarkan Surat Rekomendasi untuk tempat isolasi pasien Covid-19 Kota Makassar di atas Kapal Pelni. 

Surat rekomendasi Kemenkes RI ini terbit sebagai jawaban atas surat permohonan rekomendasi yang dibuat Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Diketahui, isolasi apung terpadu di KM Umsini ini merupakan bagian dari program Makassar Recover dalam penanganan Covid-19 di Kota Makassar.

Juru bicara Makassar Recover, Aloq Natsar Desi mengatakan, dalam Surat Rekomendasi Kemenkes RI yang ditandatangani Dirjen P2P DR Maxi Rein Rondonuwu, dengan nomor: SR.0304/II/1979/2021, 28 Juli 2021, ada 7 poin yang harus diperhatikan oleh Pemkot Makassar dalam program isolasi di atas kapal Pelni. 

Poin pertama yang harus diperhatikan, tempat isolasi dapat berupa hotel, wisma, asrama, balai pelatihan, rumah susun, dan fasilitas publik lainnya.

Asalkan memenuhi persyaratan dan ditetapkan oleh Ketua Satgas penanganan Covid-19 setempat atau otoritas setempat lainnya.

“Kemenkes menekankan, fasilitas isolasi terpusat harus terpisah dan tertutup bagi masyarakat umum agar tidak terjadi penyebaran penyakit,” ujar Aloq, Sabtu (31/7/2021).

Dikatakan, Kapal Pelni lokasi isolasi dapat direkomendasikan jika memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku, baik persyaratan administrasi, maupun persyaratan kesehatan. 

Selain itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang diisolasi di kapal Pelni hanya pasien dengan tanpa gejala, atau tanpa penyakit komorbid dan terkontrol. 

“Di ruang isolasi kapal Pelni juga harus ada dokter penanggungjawab, yang didukung tim kesehatan dalam penanganan pasien di atas kapal Pelni, dan diawasi otoritas kesehatan setempat,” katanya.

“Dalam hal ini yang dimaksud Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan tidak lupa pula mekanisme rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan harus disiapkan,” tuturnya.

Dalam Surat Rekomendasi Kemenkes RI, dijelaskan 4 alasan utama yang mendasari pelaksanaan program tersebut :

1. Kota Makassar untuk penggunaan Tempat Isolasi Pemerintah Kota Makassar akan melaksakan isolasi mandiri, massif dan terpadu, terukur, dan sesuai dengan standar kesehatan dalam rangka mengantisipasi lonjakan penularan Covid-19 Gelombang ke-3 di Kota Makassar. 

2. Setelah berkonsultasi dengan para ahli epidemolog dan para dokter dimana persyaratan isolasi mandiri yang juga mengantisipasi varian Delta dimana dikondisikan dengan Kota Makassar yang dekat dengan laut dan mengandung unsur Clorin dan diharapkan menjadi bahagian dari penyembuhan Virus Covid-19, 

3. Efektivitas isolasi yang mudah diakses tetapi mampu menerapkan standar yang utuh, dapat dilakukan di atas kapal. 

4. Penggunaan Kapal PELNI sebagai tempat Isolasi mandiri bagi suspek Covid-19, memilki tingkat efektifitas yang baik guna menghindarkan penularan kepada keluarganya maupun lingkungan sekitarnya.

Untuk hal tersebut, Kemenkes RI dalam
Surat Rekomendasinya, meminta 7 poin yang harus diperhatikan oleh Pemkot Makassar dalam program isolasi di atas kapal Pelni, yakni sebagai berikut :

1. Fasilitas isolasi terpusat dapat berupa hotel, wisma, asrama, balai pelatihan, rumah susun, rumah, aulalgedung/tempat/fasilitas umum lainnya yang memenuhi persyaratan dan ditetapkan oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat atau otoritas setempat lainnya. 

2. Fasilitas isolasi terpusat merupakan tempat/ area yang terpisah dan tertutup bagi masyarakat umum agar tidak terjadi penyebaran penyakit. 

3. Kapal PELNI dapat direkomendasikan sebagai fasilitas isolasi terpusat jika dapat memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik persyaratan administratif maupun persyaratan kesehatan, 

4. Gejala dan/atau tanpa komorbid/ terkontrol. 

5. Terdapat dokter penanggungjawab yang didukung oleh tim kesehatan dalam yang diisolasi terpusat di atas Kapal PELNI merupakan pasien COVID-19 tanpa penanganan isolasi pasien di atas kapal PELNI, dan diawasi oleh otoritas kesehatan setempat. 

6. Mekanisme rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan harus disiapkan. 

7. Masa isolasi, tata laksana pasien selama di atas Kapal PELNI mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku.(*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya