Rugikan Negara Rp 22 Milyar, Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Pembangunan RS Batua Makassar

02 August 2021 14:18
Rugikan Negara Rp 22 Milyar, Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Pembangunan RS Batua Makassar

POSMAKASSAR.COM – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel menetapkan 13 tersangka kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Batua kota Makassar.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya menetapkan 13 tersangka atas pembangunan RS Batua tapi bisa bertambah jumlah tersangkanya.

“Untuk sementara ini kita tetapkan 13 orang tersangka. Namun tidak berhenti sampai di sini dan kemungkinan bisa bertambah,” ujarnya kepada awak media, Senin (02/08/2021).

13 tersangka tersebut yaitu dokter AN (pengguna anggaran 2018), doktor SR (kuasa pengguna anggaran 2018), MA (PPTK), FM, HS (Pokja 3), NW, AS, MK, AIAS (kuasa direktur), AEH (direktur perusahaan), DR, APR, dan RP.

Ia juga menjelaskan, proyek mangkrak sejak 2018 itu mengakibatkan kerugian puluhan milliar rupiah.

“Total kerugian sesuai penghitungan BPK itu Rp 22 milliar sekian. Jadi proyek ini total lost,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Anggareksa meminta polisi untuk tetap konsisten dalam penanganan kasus tersebut.

Sebab menurutnya selama ini Polda Sulsel terkesan mengulur waktu untuk menetapkan tersangka.

“Sikap penyidik yang sengaja menunda-nunda penetapan tersangka adalah bukti penyidik tidak profesional, dengan adanya hasil audit PKN oleh BPK maka tidak ada alasan lagi bagi penyidik untuk menunda-nunda penetapan tersangka tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan penyidik Tipikor Polda Sulsel harus terus mengungkap aktor dibalik dugaan korupsi RS Batua tersebut.

Pasalnya, kata dia, kerugian negara yang ditimbulkan, mencapai puluhan miliar rupiah.

“Penyidik harus berani mengungkap semua pihak yang terlibat hingga aktor intelektual kasus korupsi tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh, iaa menjelaskan, jika memang penyidik sudah melakukan gelar perkara, para tersangka harus diganjar hukuman maksimal.

Alasannya, dampak korupsi yang ditimbulkan para pelaku sangat luas.

Diketahui, pembangunan gedung RS Batua itu telah menghabiskan anggaran Rp 25 miliar dalam APBD Makassar. 

Proyek itu telah dikerjakan sejak tahun 2018 lalu oleh pihak rekanan dari PT Sultana Nugraha.

Rencananya, RS Batua akan dijadikan Rumah Sakit tipe C dengan bangunan berlantai lima. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya