Polda Sulsel Amankan Sabu 75 Kg Dari Jaringan Malaysia dan Filipina

31 August 2021 19:28
Polda Sulsel Amankan Sabu 75 Kg Dari Jaringan Malaysia dan Filipina

POSMAKASSAR.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mengamankan narkotika jenis sabu-sabu seberat 75 Kg dari tiga kurir di Makassar, selama dua kali penangkapan.

Tiga kurir tersebut, diketahui berasal dari jaringan Malaysia dan Filipina.

Hal tersebut dijelaskan Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan dan Dirresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Laode, saat merilis kasus tersebut, di Mapolda Sulsel, Selasa (31/8/ 2021).

“Narkotika jenis sabu yang diamankan berasal dari jaringan Malaysia dan Filipina, dikirim ke Surabaya kemudian diteruskan melalui ekspedisi ke Makassar,” ujar Irjen Merdisyam.

Menurut Merdisyam, pengiriman dilakukan melalui jasa angkutan laut kemudian memanfatkan ekspedisi barang, yaitu menggunakan mobil truk.

Dalam dua kali penangkapan itu, kata dia, awalnya dilakukan anggota pada Rabu 25 Agustus 2021 di salah satu hotel di Jalan Jenderal Sudirman Makassar dan pada Sabtu 28 Agustus 2021 di salah satu hotel di Jalan Mappanyukki, Kota Makassar.

Pada penangkapan pertama, Timsus Narkoba Polda Sulsel berhasil menyita barang bukti 40 Kg sabu dikemas dalam 30 bungkus dan 4.000 pil ekstasi. Barang haram itu disita dari tersangka SYF (37) dan ABJ (24).

Kemudian penangkapan yang kedua, polisi berhasil menyita 35 Kg sabu dikemas dalam 10 bungkus dan 28.747 pil ekstasi yang dikemas dalam enam bungkus. Barang berbahaya itu disita dari salah tersangka berinisial FTR (28).

“SYF ini berperan sebagai pembawa barang tersebut dari Surabaya ke Makassar. Ini jaringan Internasional Filipina dan Malaysia,” kata Merdisyam.

Merdisyam menjelaskan, pengungkapan ini bukan langsung dilakukan. Barang haram itu berhasil diungkap selama dua bulan dilakukan pendalaman dan penyelidikan.

“Jadi anggota menelusurinya akan ada transaksi di salah hotel di Makassar. Timsus Narkoba yang dipimpin Dirnarkoba, Kombes Laode berhasil mengungkap kasus tersebut, ” jelas Merdisyam.

Perwira Tinggi Polri dua bintang ini menuturkan, pelaku FTR ini sudah 13 kali membawa narkoba dari Surabaya ke Makassar sejak Maret dengan upah setiap kali pengantaran Rp100 juta – Rp150 juta.

“Sekali pengantaran itu sedikitnya 17 Kg sabu yang diantar ke Makassar. Pelemparannya itu, bukan hanya di Makassar tapi beberapa daerah di Sulawesi. Seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat dan Tenggara, ” tutur Merdisyam

“Kalau bandarnya, masih dalam pengembangan Direktorat Narkoba Polda Sulsel dan Direktorat Narkoba Mabes Polri. Bandarnya ada, cuma kita belum bisa sebutkan karena masih dalam proses pengembangan,” imbuhnya.

Kedepan, lanjut Merdisyam, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap ekspedisi-ekspedisi yang datang melalui angkutan laut untuk memanimalisir pengiriman narkotika dalam jumlah besar ke Kota Makassar.

“Untuk pelaku, bisa diancam hukuman mati,” ungkapnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya