Kasus Kekerasan Anak di Gowa, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

06 September 2021 16:43
Kasus Kekerasan Anak di Gowa, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

POSMAKASSAR.COM – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Gowa terus mendalami kasus kekerasan anak di bawah umur yang terjadi di lingkungan Lembang Panai, Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada Rabu siang (1/9/2021) lalu.

Aparat kepolisian saat ini dikabarkan telah menetapkan empat terduga pelaku pada kasus tersebut. Dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah Polres Gowa melakukan gelar perkara.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, kedua tersangka itu adalah kakek dan paman korban, masing-masing DB (60) dan S.

Sedangkan ayah korban TT dan ibunya HA masih harus menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSKD (Jiwa) Dadi Makassar.

“Kalau orang tua korban telah diobservasi ke RS Jiwa Dadi Makassar untuk memeriksa kejiwaannya. Hasil masih ditunggu. Sedangkan kakek dan paman korban telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Gowa,” ungkap Kombes Pol E Zulpan, Senin (6/9/2021).

Para pelaku, lanjut Kombes Pol E Zulpan, terancam hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara. Mereka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 44 ayat 2 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT jo pasal 55, 56 KUHP atau pasal 80 (2) jo pasal 76 C undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu, korban seorang anak berinisial AP alias ME (6), saat ini masih harus menjalani perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Didampingi pihak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Gowa.

AP mengalami luka yang cukup serius pada bagian mata kanannya. Bola matanya nyaris keluar karena ingin dicongkel oleh ibunya sendiri.

“Dan saya juga sampaikan bahwa korban direncanakan akan dilakukan operasi mata bagian kanan,” ujar Kombes Pol E Zulpan.

Dari hasil penyelidikan sementara, kata dia, perbuatan tidak manusiawi ini diduga dilakukan karena para pelaku ingin kaya. Korban dijadikan tumbal pesugihan.

Kombes Pol E Zulpan pun berharap agar kasus kekerasan terhadap anak tidak lagi terjadi.

“Pihak kepolisian akan mengambil langkah preventif yang akan berkordinasi dengan MUI, Kemenag, tokoh agama, tokoh masyarakat serta TNI untuk memberikan penyuluhan agama agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya