Dua Hari Usai Operasi, Mata Kanan Bocah AP Dites Penglihatannya

08 September 2021 18:54
Dua Hari Usai Operasi, Mata Kanan Bocah AP Dites Penglihatannya

POSMAKASSAR.COM – Bocah korban penganiayaan oleh orang tuanya kembali menjalani proses pemeriksaan mata sebelah kanannya.

Dihari kedua usai menjalani operasi, mata bocah AP ini dites untuk memastikan kenormalan penglihatannya.

Spesialis matas RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr Yusuf Bachmid mengatakan kondisi mata kanan pasien berangsung membaik.

“Kondisi mata AP mulai membaik, sambil kita melihat banyak sisi istilahnya kita percepatan, hari pertama setelah operasi kita buka perbannya, kita lihat bagus ini,” bebernya, saat ditemui.

Dikatakan, ada sekitar enam jahitan di sekitar mata korban.

“Saya lihat kondisi mata lumayan baik, tidak banyak air mata keluar, dia bisa enjoy, saya optimis insya allah rekaver jauh lebih bagus pada umumnya,” jelas dia.

“Memang bagian bawa pada kelopak mata kanan ini kita tidak bisa jahit lagi, karena banyak jaringan yang hilang, tapi kita tetap berusaha dengan pengobatan dan kita berharap bisa sembuh juga,” sambungnya.

Obat yang diberikan pada pasien kata dia, ada salep oles digunakan tiga kali sehari.

Kata dia, pasca operasi juga mata kanan korban sudah tidak bengkak lagi. Begitupula dengan infus korban juga telah dilepas.

“Kalau misalnya di kelopak mata bawah ada perlengketan yang buat mata, spes kelopak matanya kurang maka kita lakukan bedah plastik, tapi kalau bagus hasilnya, terjadi kantong tidak perlu dilakukan,” sebut dia saat ditemui, Rabu (08/09/2021).

Pasca dua hari dioperasi ini kondisi korban sudah mulai membaik. Meski mata kanan belum terbuka betul, lanjutnya, kondisi mata kanan AP membaik dan korban mulai bisa bermain.

“Rawat jalan rencanaya hari jumat sudah bisa pulang, diperkirakan (AP) bisa sembuh total sekitar sebulan, tapi mentalnya kita harus terapi. Saya menawarkan terapi di klinik saya bisa, free. Jadi dia datang terapi dua jam dan pulang. Kan sekarang yang tangani Bayu dan pemerintah setempat,” jelasnya.

Interaksi pasien juga mulai membaik, hanya saja interaksinya cenderung kepada orang yang lebih muda atau sebayanya.

“Pokoknya yang dihindari hal-hal yang kemarin terjadi, orang lebih tua, kerumunan terlalu banyak, hindari rumahnya, daerahnya kalau perlu agar ingatanya yang lama tidak muncul kembali,” pungkasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya