Meski Pandemi, PT Pupuk Kaltim Capai Laba Rp 4,19 Triliun

13 October 2021 14:59
Meski Pandemi, PT Pupuk Kaltim Capai Laba Rp 4,19 Triliun

POSMAKASSAR.COM – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melakukan berbagai upaya strategis guna mencatatkan kinerja positif di tahun 2021.

Meski diterpa pandemi, produsen pupuk Urea ini berhasil peningkatan pendapatan sebesar 8,5 persen di tahun 2020. Dan di tahun ini, hingga Triwulan III 2021, PKT terus mencatatkan capaian yang positif, dengan mencapai laba setelah pajak senilai Rp4,19 Triliun atau 288 persen dari RKAP Triwulan III Tahun 2021, serta kinerja produksi mencapai 5,15 juta ton atau 106 persen dari RKAP Triwulan III 2021.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, sebagai market leader di industri pihaknya terus berorientasi pada pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan.

Lanjut Rahmad, selama 2021 ini, berbagai
langkah strategis juga telah dilakukan Perusahaan guna memastikan tercapainya kemajuan usaha secara efisien dengan mengedepankan keseimbangan kinerja pada aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan.

“Ke depan, di tengah potensi industri yang diprediksi masih akan terus tumbuh, PKT juga
akan fokus untuk mendorong pertumbuhan Perusahaan melalui inisiatif strategis, di antaranya peningkatan kapasitas pabrik dan produksi, peningkatan kinerja ekspor, berbagai ekspansi dalam hal diversifikasi usaha, penetrasi pasar domestik dan global, hingga pengembangan portofolio bisnis melalui aksi korporasi yang strategis,” terang Rahmad Selasa (12/10)

Selain itu, percepatan digitalisasi juga masih menjadi fokus Perusahaan di 2021, guna mendukung daya saing Perusahaan di tengah perkembangan industri 4.0, baik di tingkat nasional maupun global.

“Investasi dalam hal digital juga akan terus ditingkatkan dan menjadi salah satu inisiatif strategis Perusahaan dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Terlebih di tengah tantanganketersediaan lahan pertanian yang semakin terbatas, serta pertumbuhan populasi global yang menuntut penyediaan sumber daya pangan yang sehat dan ramah lingkungan,” ungkap Rahmad.

Salah satu investasi digital yang dilakukan PKT untuk menjawab tantangan tersebut adalah melalui program Precipalm, sebuah pengembangan sistem aplikasi yang dapat memberikan rekomendasi pemupukan dengan komposisi tepat dan spesifik untuk jenis lahan dan tanaman kelapa sawit.

Lebih lanjut, fokus perusahaan terhadap digitalisasi akan diperkuat melalui pemanfaatan big data dalam program MAKMUR, yang merupakan program kemitraan pertanian terpadu yang dipelopori oleh PKT dan bertujuan untuk memberikan solusi khusus untuk pertanian melalui alokasi sumber daya yang lebih baik dan peningkatan kemandirian.

Selain itu, integrasi dengan perusahaan teknologi finansial juga akan menjadi fokus perusahaan guna memaksimalkan produktivitas para petani.

Dalam hal merambah segmen pasar baru baik domestik maupun global, PKT akan berorientasi pada perluasan produk melalui diversifikasi usaha dengan berekspansi pada produk turunan gas non pupuk dan produk oleokimia.

Hanggara Patrianta, Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim mengatakan di industri pupuk dan petrokimia ini, kita harus senantiasa berorientasi pada inovasi pengembangan produk, dengan menganalisa kebutuhan pasar dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku.

“Untuk menjamin kelangsungan PKT, kami fokus pada diversifikasi usaha di luar produk non pupuk seperti soda ash dan metanol yang saat ini sedang dalam peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, produk oleokimia dan turunannya juga menjadi fokus kajian PKT untuk mendorong pertumbuhan PKT jangka panjang dan mengurangi ketergantungan pada gas,” terang Hanggara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya