Diduga Terlibat Penipuan Ijazah Tanpa Kuliah, Oknum Dosen di Makassar Jadi Boronan Polisi

19 November 2021 20:08
Diduga Terlibat Penipuan Ijazah Tanpa Kuliah, Oknum Dosen di Makassar Jadi Boronan Polisi

POSMAKASSAR.COM – Seorang oknum dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Makassar menjadi buronan polisi.

Tenaga pengajar ini ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), setelah tim Resmob Polsek Rappicini menangkap seorang wanita berinisial TF (35).

Wanita pengangguran (TF) ini diamakan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Rappocini di Jalan Rappocini, Kota Makassar, pada Rabu (17/11/2021) lalu.

Panit 2 Reskrim Polsek Rappicini, Ipda Ahmad S Hajar kepada wartawan mengatakan, modus TF melakukan penipuan, yakni mengiming-imingi sejumlah korbannya bisa melaksanakan wisudah tanpa menempuh pendidikan atau kuliah di perguruan tinggi, dengan bekerja sama dengan oknum dosen tersebut.

“Jadi ada dua terduga pelakunya. Salah satunya oknum dosen di kampus (swasta) tersebut yang saat ini masih DPO. Saat ini baru satu (TF) orang kita amankan,” kata Ipda Ahmad S Hajar, Jumat (19/11/2021).

“Korban melapor sudah lama menunggu ijazah yang dijanjikan. Modusnya mengimingi-imingi ijazah tanpa kuliah,” imbuhnya.

Menurutnya, sekitar sembilan orang menjadi korban dalam kasus dugaan penipuan berkedok ijazah tanpa kuliah itu.

Salah satu korbannya, seorang karyawan swasta berinisial US (29), warga Kecamatan Panakkukang.

“Untuk korbannya, teridentifikasi sementara ada sembilan orang. Namun baru dua orang yang melaporkan,” ungkap Ahmad.

Aksi penipuan itu, lanjutnya, sudah kurang lebih satu tahun. Korban US melaporkan lantaran ijazah yang dijanjikan tidak kunjung tiba.

Untuk harga yang dipatok TF ke para korbannya, kata Ahmad, antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Korban yang disasar adalah karyawan lulusan SMA yang belum mengenyam bangku kuliah sama sekali.

“Peran yang tersangka perempuan ini (TF) merekrut atas suruhan oknum dosen yang DPO. Dia (dosen) pelaku utama,” bebernya.

Akibat perbuatannya, TF dijerat pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Sementara, sang dosen masih dalam pencarian polisi. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya