Asrama Mahasiswa IPMIL dan KEPMI di Makassar Dibakar OTK, Satu Orang Terluka

28 November 2021 19:21
Asrama Mahasiswa IPMIL dan KEPMI di Makassar Dibakar OTK, Satu Orang Terluka

POSMAKASSAR.COM – Dua asrama mahasiswa di Kota Makassar, diserang dan dibakar oleh sejumlah Orang Tak Dikenal (OTK) pada Minggu (28/11/2021) dini hari.

Dua asrama yang dibakar itu, terletak berdekatan di Jalan Sungai Limboto, Makassar, yakni asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) dan asrama Kesatuan Pelajar Mahasiwa Indonesia (KEPMI) Bone.

Dalam peristiwa ini, satu mahasiswa, MA (20), terluka di bagian leher karena sabetan parang serta pergelangan tangannya putus.

Kapolsek Makassar, Kompol Yusrizal Erdiawan Nazaruddin, mengatakan, kedua asrama mahasiswa ini dibakar OTK dalam satu malam dan juga dalam rentang waktu hanya beberapa jam saja.

“Iya benar telah terjadi penyerangan oleh OTK. Asrama IPMIL dibakar sekitar pukul 02.00 WITA dan Asrama KEPMI Bone, pukul 05.50 WITA. Kedua asrama ini berdekatan, hanya beda lorong (gang),” kata Yusrizal kepada wartawan, Minggu (28/11/2021).

Ia menambahkan, pelaku penyerangan dan pembakaran beraksi dengan menggunakan topeng. Mereka masuk ke asrama dengan membawa sejumlah senjata seperti anak panah busur, badik, parang, pistol rakitan, dan bom molotov. Sejumlah fasilitas asrama dirusak hingga dilempari bom molotov.

“Ada mahasiswa di asrama IPMIL terluka. Ia mengalami luka tebas pada bagian leher dan tangan kiri bagian pergelangan putus. Sementara di Asrama KEPMI Bone, tak ada korban. Hanya fasilitas yang terbakar,” ungkapnya.

Belum diketahui motif penyerangan ini. Diduga serangan itu terjadi karena adanya dendam di antara mahasiswa. Polisi masih melakukan penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti yang ada.

“Polri sementara melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motifnya,” tegasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya