Pandemi Menjadi Kendala, Pajak Hiburan dan Parkir di Makassar Tak Capai Target

06 January 2022 00:21
Pandemi Menjadi Kendala, Pajak Hiburan dan Parkir di Makassar Tak Capai Target

POSMAKASSAR.COM – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar 2021 tidak mencapai target. Pemkot Makassar hanya mampu mengumpulkan PAD Rp 932 miliar atau 92,79 persen dari target Rp1,005 triliun.

Kendati begitu, nilai PAD Makassar tahun ini lebih baik dari sebelumnya, dimana terjadi peningkatan Rp 63 miliar atau 7,35 persen dari PAD 2020 yang nilainya Rp 868 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar, Firman Hamid Pagarra mengatakan, dari 11 sumber pajak, lima diantaranya melampaui target.

Antara lain pajak hotel mencapai Rp73 miliar atau 105,62 persen dari target  Rp70 miliar.

Pajak penerangan jalan (PPJ) Rp209 juta atau 104,95 persen dari target sebesar Rp200 miliar.

Kemudian, Pajak Bumi Bangunan P2 (PBB-P2) Rp186 miliar atau 103,65 persen dari target Rp180 miliar. 

Selanjutnya, pajak reklame sebanyak Rp 48,6 miliar atau 103,51 persen dari target Rp 47 miliar, serta pajak restoran Rp 142,8 miliar atau 102,07 persen dari target Rp140 miliar.

“Hingga 31 Desember, realisasi PAD sudah mencapai Rp932 juta dari target Rp1 triliun. Ada selisih kenaikan sekitar 7-8 persen dari target tahun 2020,” ucap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Firman, Rabu (5/1/2022).

Tak hanya itu, PAD yang bersumber dari retribusi juga mengalami kenaikan dari tahun 2020 dan melampaui target tahun 2021.

Retribusi penggunaan tanah reklame mencapai Rp 5,8 miliar atau 117,54 persen dari target Rp5 miliar 

Kendati begitu, pajak parkir dan pajak hiburan tak memberi kontribusi besar untuk PAD Makassar.

Padahal, dua sektor ini sebelumnya diharap menjadi tumpuan besar penerimaan pendapatan daerah.

Pajak parkir hanya berhasil terealisasi sebesar Rp 10 miliar atau 13,35 persen dari target Rp80 miliar.

Sementara, pajak hiburan hanya Rp 9 miliar atau 34,07 dari target Rp 28 miliar.

Firman mengaku, situasi pandemi  masih menjadi kendala dalam penerimaan pendapatan. 

Pasalnya, sejumlah tempat hiburan belum bisa beroperasi penuh secara normal.

Sementara itu untuk tahun 2022, PAD Makassar ditarget hingga Rp2 triliun.

Rinciannya, pajak senilai Rp1,6 triliun, dan retribusi Rp 400 miliar.

Adapun strateginya untuk mengejar target tersebut, yakni membuat master penataan reklame dan master digitalisasi pajak.

“Kami akan mencoba memberdayakan seluruh reklame dengan melihat potensi yang mereka miliki,” kata Firman.

Firman menyampaikan, pihaknya sudah membuat aplikasi untuk reklame-reklame dan juga akan menggenjot perizinannya.

Sementara untuk digitalisasi pajak sudah mulai berjalan tahun ini, dimulai dari pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sisa dimaksimalkan untuk sumber-sumber pajak lainnya.

“Kita akan lakukan ke jenis pajak lain,” tegasnya.

Kemudian untuk pajak hotel dan restoran akan dipasangi CCTV untuk memantau jumlah pengunjung.

Sebelumnya, Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali menarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp2 triliun tahun 2022 mendatang.

Dalam ajang refleksi akhir tahun yang diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Danny Pomanto mengatakan sangat optimis mencapai target PAD tersebut.

“Kita di PAD itu menuju Rp2 triliun. Kalau perparkiran kita bisa benahi, kita bisa dapat 2 triliun. Khusus perparkiran tidak perlu dikasih naik harganya, yang ada saja,” ucap Danny di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (30/12/2021) lalu.

Kata dia, belum ada sejarah pemerintah daerah mendua kali lipatkan PADnya, karena itu ini menjadi kesempatannya untuk melalukan resolusi pendapatan.

“Salah satu penilaian keberhasilan Pemda adalah pendapatan, salah satu ukuran mensejahterahkan masyarakat adalah pendapatan, maka orientasi dari belanja saya rubah jadi orientasi pendapatan,” tegasnya (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya