Oknum Dishub Selayar Diduga Jadi Calo, Batalkan Tiket Wisatawan dan Prioritaskan Keluarga Bupati

17 January 2022 19:31
Oknum Dishub Selayar Diduga Jadi Calo, Batalkan Tiket Wisatawan dan Prioritaskan Keluarga Bupati

POSMAKASSAR.COM – Seorang penumpang wisatawan Asal Kabupaten Kepulauan Selayar merasa kecewa dan menyoroti kinerja pihak pelabuhan penyeberangan Pamatata, Kabupaten Selayar.

Penumpang bernama Reza itu, merasa kecewa setelah adanya pembatalan sepihak dari petugas pelabuhan Pamatata Kabupaten Selayar.

Menurutnya, semula ia hendak pulang menggunakan fasilitas kapal feriĀ  pelabuhan penyeberangan Pamatata Kabupaten Selayar menuju pelabuhan penyeberangan Bira Kabupaten Bulukumba, Minggu (16/1/2021).

“Saya sudah membeli tiket keberangkatan beesama keluarga dan kendaraan saya dengan nomor antrian 16, dan pihak pelabuhan bernama Pak Diego (bagian tiket- red) sudah meyakinkan akan berangkat. Bahkan sejak subuh saya sudah berada disana,” kata Reza.

Saat mereka sudah naik keatas kapal feri dan mengambil tempat sesuai nomor antrian, tiba-tiba petugas pelabuhan Pamatata dari Dishub Kabupaten Selayar bernama Andi Putra, mengabarkan bila keberangkatan mereka dibatalkan karena ada prioritas penumpang lainnya yang juga akan berangkat.

“Setelah kami turun dari kapal feri, kami menemui Pak Putra yang ternyata hanya seorang honorer, dan mendapat jawaban kalau pembatalan kami dilakukan karena ada penumpang feri yang diprioritaskan yakni terdapat satu kendaraan keluarga Bupati,” beber Reza, sembari memperlihatkan bukti chat pembelian tiket dengan Boarding pass keberangkatan 16 Januari 2022 pukul 04.00 dari pelabuhan penyeberangan Pamatata Selayar menuju pelabuhan Bira Bulukumba dengan KD.Booking JCYACV1TFA.

Yang aneh lanjutnya, saat dia dan keluarganya turun dari kapal, justru mereka melihat mobil bus yang menaiki kapal feri tersebut sebagai kendaraan terakhir yang hendak diberangkatkan.

“Kakak saya sempat protes dan bilangĀ  bahwa kalau mereka bayar kita juga bayar, kenapa harus dibeda-bedakan ‘status’ kami. Selanjutnya kakak saya (Fian) mengkonfirmasi ke pihak dinas perhubungan dan diketahui pada cargo manifest terdapat 18 kendaraan (mobil) yang dimuat kapal feri tersebut,” lanjut Reza.

Akibat pembatalan itu, dia dan keluarganya terlantar selama lebih kurang 5 jam lamanya.

“Jika ingin kembali beristirahat di Kota Benteng, juga tidak mungkin karena akan menempuh jarak sekitar 35 kilometer dari pelabuhan Pamatata,” akunya.

Dia pun mensinyalir kalau kejadian yang dialaminya diduga karena adanya oknum-oknum yang mempergunakan kewenangannya untuk bertindak sebagai “calo” keberangkatan penumpang, terlebih menjual nama seorang pejabat.

Sementara itu, saat dimintai kejelasan masalah ini, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Selayar, Drs Suardi mengakui belum mengetahui dan belum mendapatkan laporan terkait permasalahan yang dialami wisatawan penumpang feri tersebut.

“Saya akan menanyakan ke Pepala UPT Pelabuhan Pamatata sebagai penanggungjawab. Jika benar, tentu tindakan ini tidak bisa dibenarkan,” kata Suardi yang dihubungi via handphone, sembari menyarakan untuk konfirmasi langsung kepada Kepala UPT Pelabuhan Pamatata Selayar.

Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala UPT Pelabuhan Pamatata Selayar belum mau menerima konfirmasi wartawan saat dihubungi via telepon.(ADP/*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya