Diduga Dikuasai Mafia Tanah, BAKORNAS LKBHMI PB HMI Minta Gedung Hamrawati Dikembalikan ke Ahli Waris

18 February 2022 21:24
Diduga Dikuasai Mafia Tanah, BAKORNAS LKBHMI PB HMI Minta Gedung Hamrawati Dikembalikan ke Ahli Waris

POSMAKASSAR.COM – Badan Koordinasi Nasional Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (BAKORNAS LKBHMI PB HMI) memberikan pendampingan terhadap Muhammad Djundi, atas kasus dugaan mafia tanah yang berlokasi di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar.

Muhammad Djundi merupakan ahli waris dari Almarhum Tjolleng dg Marala terhadap kepemilikan tanah tersebut yang saat ini diklaim dan dikuasai oleh A Baso Matutu dkk.

Menurut Muhammad Djundi, dirinya yang merupakan pewaris tanah tersebut telah mengantongi sertifikat tanah yang sah.

Kata dia, dalam perkara pidana nomor : 620/Pid.B/2015/PN.MKs dan perkara perdata nomor : 49/Pdt. G/ 2018/PN.Mks, surat yang diajukan ternyata diduga palsu. Pasalnya, tidak sesuai dengan persil 27 S II luas 0.81 Ha dan tidak terdaftar atas nama Tjingtjing Krg Lengkese, melainkan tercatat atas nama Hamat Yusuf. Sementara tanda tangan pada surat tersebut, juga bukan tanda tangan Camat Panakkukang kala itu, Dra Hj Sri Sulsilawati, M Si .

“Surat dari BPN sudah sesuai dengan SHM tetapi dari pihak sebelah menggunakan copian rinci sebagai pegangan untuk menguasai lahan dan adanya indikasi pemalsuan dokumen,” ujarnya saat konferensi pers di Red Corner,┬áJumat (18/2/2022).

Sementara itu, direktur eksekutif Bakornas LKBHMI PB HMI, Syamsumarlin mengatakan bahwa pihaknya mendesak presiden agar komitmen mewujudkan nawacita reforma agraria dengan memberikan perhatian dan pengawasan khusus terhadap penuntasan praktek mafia tanah di Indonesia.

“Kami mendesak presiden berkomitmen pada nawacita reforma agraria untuk menuntaskan praktek mafia tanah di Indonesia,” tegasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya