Terancam Dipecat, Perwira Polda Sulsel AKBP M Akan Ajukan Banding

11 March 2022 22:08
Terancam Dipecat, Perwira Polda Sulsel AKBP M Akan Ajukan Banding

POSMAKASSAR.COM – Perwira Polda Sulsel, AKBP M, tersangka pemerkosa remaja putri terancam dipecat dengan tidak hormat.

Sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada AKBP M direkomendasikan saat sidang etik Propam Polda Sulsel, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Jumat (11/3/2022) siang.

Rekomendasi pemecatan itu mencuat setelah AKBP M dinyatakan terbukti melakukan rudapaksa terhadap siswi SMP di Kabupaten Gowa.

AKBP M yang sebelumnya menjabat Kasubdit Fasharkan Ditpolair Polda Sulsel itu, kemudian
berencana mengajukan banding atas rekomendasi pemecatan yang dijatuhkan Majelis Sidang.

Majelis Sidang itu diketuai Irwasda Polda 
Sulsel, Kombes Pol Ai Afriandi, dengan Penuntut Umum diketuai Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan.

“Yang bersangkutan masih banding, nanti kalau banding selesai (baru prosesi pencopotan jabatan),” kata Kombes Pol Ai Afriandi saat ditemui wartawan seusai sidang, Jumat (11/3/2022) siang.

AKBP M menjalani disidang kode etik atas dugaan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.30 Wita.

AKBP M hadir dengan mengenakan seragam dinas lengkap dengan pangkat dua melati di pundaknya.

Selain terduga AKBP M, dalam sidang itu juga dihadirkan tujuh orang saksi yang dimintai keterangan.

Dalam sidang itu, kata Kombes Pol Ai Afriandi, pihaknya menjatuhkan dua sanksi berbeda terhadap AKBP M.

“Menjatuhkan sanksi yang sifatnya tidak administratif berupa pelanggaran yang dinyatakan sebagai pelanggaran tercela,” ujar Ai Afriandi.

“Kedua, sanski yang sifatnya administratif berupa direkomendasikan pemberhentian dengan tidak hormat atau PTDH dari insitut Kepolisian Negara Republik Indonesia,” sambungnya.

Dua sanksi itu dijatuhkan ke AKBP M lantaran terbukti melakukan persetubuhan anak di bawah umur yang masuk kategori perbuatan tercela.

“Iya, kalau dalam sidang memang terbukti dan meyakinkan kita,” jelasnya.

Dengan adanya dua sanksi itu, maka AKBP M dapat dikatakan akan dipecat dari kepolisian.

Namun secara teknis, putusan pemecatan resmi itu ada di tangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Iya (resmi dipecat). Tapi karena dia AKBP, keputusan tetap ada pada Bapak Kapolri,” tegasnya. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya