Makassar PPKM Level 3, Danny: Harusnya Kita Sudah Level 1

13 May 2022 20:42
Makassar PPKM Level 3, Danny: Harusnya Kita Sudah Level 1

POSMAKASSAR.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Kembali memperpanjang PPKM mulai 10 Mei hingga 23 Mei 2022 mendatang.

Sejauh ini, Kota Makassar dikabarkan masih masuk dalam status PPKM Level 3.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menganggap bila Makassar harusnya sudah berstatus Level 1.

Kata dia, bila melihat perkembangan kasusnya, angka positif covid-19 harian di Makassar sudah terbilang cukup rendah.

“Kalau berdasarkan penilaian epidemiologi, kita seharusnya sudah berada di level 1. Bahkan dalam satu hari kadang tak satupun kasus di Makassar yang terdata. Sedangkan nilai kita di Kementerian Kesehatan masuk level 2, dan Kemendagri berada di level 3. Meski begitu, dengan status PPKM itu tak boleh berprasangka buruk. Pasti ada pertimbangan khusus kenapa kita masih di level 3,” ucap Danny, Jumat (13/5/2022).

“Jadi kalau kita berprasangka baik,  Makassar kini dilapis dengan PPKM level 2 dan 3 agar terproteksi dengan baik,” sambungnya.

Danny menduga, indikator atau penyebab Makassar dapat level 3 PPKM karena vaksinasi Lansia masih rendah.

Sejauh ini vaksinasi lansia untuk dosis pertama di angka 50,68 persen, dosis 2 berkisar 43,18 persen.

Angka tersebut belum memenuhi persyaratan dari Kementerian Dalam Negeri dimana ditargetkan sasaran lansia yang sudah divaksin dosis satu minimal 60 persen.

Untuk itu, lanjut Danny, Pemkot Makassar akan menggenjot vaksinasi lansia ini, salah satunya dengan sistem door to door, dengan melibatkan Disdukcapil untuk mencetak nama-nama lansia di Makasar supaya tidak ada yang terabaikan. 

Menurut data Disdukcapil, katanya, ada sekitar 120 ribu Lansia di Kota Makassar, namun yang wajib vaksin covid-19 sebanyak 101 ribu Lansia.

“Sekarang kita akan coba lakukan vaksinasi lansia dari rumah ke rumah lagi, kita akan ulang lagi, by name by address. nama-nama dari Disdukcapil itu dikejar,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Makasar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan, pihaknya tetap mempertimbangkan gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit yang rentan dialami kebanyakan Lansia.

Itulah yang menjadi kendala para petugas vaksinator selama ini untuk menyasar para Lansia. 

Karenanya, mereka harus mengikuti skrining kesehatan lebih dulu sebelum ikut vaksinasi.

“Nah kadang Lansia itu tidak bisa divaksin kalau tekanan darahnya diatas 180. Itu yang jadi kendalanya,” jelasnya (*).

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya