Warga Soroti Aktivitas Penimbunan dan Pembangunan Tanpa Izin di Balang Tonjong

16 May 2022 09:04
Warga Soroti Aktivitas Penimbunan dan Pembangunan Tanpa Izin di Balang Tonjong

POSMAKASSAR.COM – Aktivitas penimbunan dan pembangunan rumah toko (Ruko) di sekitar Danau Balang Tonjong disoroti warga sekitar.

Pasalnya, danau yang berada di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar tersebut, telah ditetapkan menjadi kawasan resapan air atau water diffusion area, sehingga pihak Pemkot diyakini warga tidak akan mengeluarkan izin untuk kegiatan pembangunan serta penimbunan. 

Seorang warga disekitar lokasi yang enggan disebut namanya mengatakan, pembangunan ruko itu awalnya hanya berdiri beberapa unit. Namun tak berselang lama, kegiatan penimbunan dan pembangunan ruko semakin marak.

“Awalnya cuma beberapa unit, lalu jumlahnya semakin banyak. Aktifitas penimbunannya juga kadang mengganggu kami sebagai warga disekitarnya,” keluhnya.

Pihak Polsek Manggala yang menghimpun informasi tersebut, langsung melakukan lidik dan mendatangi lokasi.

Penjaga lokasi yang menyebut H Hafid sebagai pemilik bangunan, saat dihubungi aparat kepolisian mengaku bila aktivitas penimbunan dan pembangunan disekitar danau tersebut memang tidak memiliki izin dari Pemkot Makassar.

Ternyata dugaan warga benar. Pemilik bangunan (H Hafid) mengaku belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) termasuk Amdal. Katanya, dia baru mengurus izin” , tutur Babinkamtibmas Kelurahan Antang, Aipda Zulkifly kepada awak media, belum lama ini.

Demikian pula pihak kelurahan maupun kecamatan yang dikonfirmasi, beber Aipda Zulkifly, juga mengakui tak mengetahui adanya kegiatan pembangunan ruko yang direncanakan akan menjadi gedung olahraga dikawasan tersebut.

Kapolsek Manggala, Kompol H Edhy Supriadi Idrus SH yang dikonfirmasi  membenarkan hal tersebut.

“Temuan anggota sudah saya salurkan sesuai SOP ke Polrestabes,” katanya sambil menambahkan, termasuk telah mengirim informasi ke WAG Tripika.

Sementara Kadis Tata Ruang Kota Makassar yang hendak dikonfirmasi, tidak  berada di tempat.

“Beliau lagi hadiri rapat,” tutur seorang stafnya yang mengaku hal ini sudah diketahui dan pihaknya akan turun lapangan.

Diketahui, penetapan Danau Balang Tonjong sebagai kawasan resapan air oleh Pemkot Makassar, memiliki luas sekitar 27 hektar, ditambah 8 hektar lahan lain disekitarnya, adalah lahan milik Pemkot Makassar.

Kawasan tersebut selama ini telah dijadikan sebagai kawasan resapan air dan kawasan lindung sekaligus menjadi area wisata untuk masyarakat umum.

Karena adanya penetapan itu, Pemkot Makassar melarang segala macam aktivitas yang dapat merusak kelestarian di sekitar kawasan tersebut.

Pemanfaatan danau itu sendiri untuk menampung luapan air yang begitu banyak di Makassar. Praktis, lokasi itu menjadi kawasan yang dilindungi dan tidak dibolehkan adanya aktivitas, seperti penimbunan dan pembangunan fisik yang dapat merusak fungsi serapan air.

Pada bagian utara danau juga terdapat kawasan berbukit dengan rerimbunan pohon.

Danau yang banyak ditumbuhi teratai ini ditetapkan sebagai danau resapan dan kawasan hutan kota sejak 2005 lalu. (AP/*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya