Rekonstruksi Pembunuhan Najamuddin Sewang, Rencana Penembakan Dibicarakan Di Balaikota

19 May 2022 22:41
Rekonstruksi Pembunuhan Najamuddin Sewang, Rencana Penembakan Dibicarakan Di Balaikota

POSMAKASSAR.COM – Rekonstruksi kasus pembunuhan Pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar Najamuddin Sewang berlangsung di sejumlah titik.

Rekonstruksi itu digelar Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar, Kamis (19/5/2022) siang.

Rekonstruksi awal berlangsung di rumah R alias Rachmawaty, perempuan yang dikabarkan menjadi istri siri Iqbal Asnan dan juga diduga punya hubungan dekat dengan Najamuddin Sewang.

Di rumah itu, otak pembunuhan yang tak lain Eks Kasat Pol PP Makassar M Iqbal Asnan, juga dihadirkan.

Rekonstruksi selanjutnya di rumah almarhum Najamuddin Sewang di Komplek Perumahan Alauddin Recidence, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar. 

Dalam rekonstruksi itu, diperagakan aksi pelemparan telur ke rumah Najamuddin Sewang.

Pelemparan telur itu, oleh polisi disebut sebagai aksi guna-guna atau santet untuk menghabisi nyawa Najamuddin.

Eksekutornya, tersangka MA alias M Asri dan seorang pria berinisial S yang dijadikan saksi.

Pantauan dalam rekonstruksi itu, keduanya bergantian melemparkan telur ke arah rumah Najamuddin. Pelemparan dilakukan dari atas motor yang dikendarainya.

Setelah itu,  polisi selanjutnya membawa tersangka Chaerul Aklam alias CA yang merupakan oknum polisi yang disebut sebagai eksekutor penembakan Najamuddin.

Chaerul Aklam dalam rekonstruksi itu terlihat menunggu Najamuddin keluar dari rumahnya di gerbang perumahan.

Ia seorang diri duduk di motor dan menunggu Najamuddin keluar dari perumahan menuju tempat kerja.

Setelah melihat Najamuddin keluar mengendarai motor, Chaerul pun membuntuti dari belakang.

Dan pada akhirnya, Najamuddin ditemukan tewas tertembak di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Minggu (3/4/2022) siang.

Di Balaikota Makassar

Rekonstuksi tersebut juga berlangsung di Balaikota Makassar. Iqbal Asnan diketahui sampai di Balaikota Makassar, sekitar pukul 17.00 Wita.

Iqbal dan ajudannya, Asri yang juga jadi tersangka dihadirkan langsung dalam rekonstruksi tersebut.

Sebelum rekonstruksi dimulai, Iqbal Asnan terlihat sempat berbincang sebentar bersama jaksa dan anggota polisi.

Sejumlah adegan diperagakan Iqbal Asnan dan tersangka lainnya di Kantor Satpol PP, Jalan Balaikota Makassar.

Di kantor tersebut, para tersangka dinyatakan merencanakan strategi penembakan terhadap Najamuddin Sewang.

Dari hasil rekonstruksi itu juga diketahui bila Iqbal sakit hati karena memergoki korban Najamuddin Sewang sedang berduaan dengan Rachmawaty, istri sirinya pada tahun 2019.

Mereka kedapatan berdua di kediaman Rachmawaty, perumahan Grand Aroepala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Awalnya, kedua tersangka dan saksi bernama Rifaldy dan Karto datang ke rumah tersebut untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Namun tersangka mendapati korban dan saksi Rachmawaty sedang di ruang tamu, sehingga pelaku merasa jengkel.

Karena tersangka emosi, penyemprotan disinfektan tidak jadi dilakukan.

Iqbal bersama tersangka Asri dan dua saksi lainnya kemudian menuju ke Jalan Ranggong, rumah tersangka.

Tak lama kemudian, tersangka Iqbal dan saksi Rifaldy kembali ke rumah Rachmawaty dan menanyakan alasan korban berada di rumah tersebut.

Korban tidak menjawab dan langsung angkat kaki dari rumah Rachmawaty.

Iqbal Asnan semakin jengkel dan menelpon saudari korban, Juni Sewang. Disitu Iqbal mengancam akan menghabisi korban.

“Juni, itu adekmu jangan bikin masalah. Itu adekmu selalu cerita jelek saya hanya untuk mendekati Rachmawaty. Sampaikan adekmu jangan dekati Rachmawaty, seandainya bukan adekmu saya habisi,” demikian kata Iqbal seperti yang dikutip dari BAP tersangka.

Diketahui, dari berita acara pemeriksaan (BAP) tersebut, Iqbal Asnan diketahui kemudian memerintahkan tersangka Asri untuk menghubungi tersangka Sulaiman, pada bulan Januari 2022, sekitar pukul 16.30 Wita.

Asri meminta Sulaiman agar menemui Iqbal Asnan di Balai Kota Makassar. Mereka berdua lalu bertemu empat mata di ruang kerja Iqbal Asnan.

Saat itulah Iqbal menyampaikan niatnya. Ia minta tolong ke Sulaiman untuk membunuh Najamuddin Sewang.

“Ada masalahku ini. Ada yang ganggu istriku, dia sering datang saat saya tidak ada. Dia juga sering rayu istriku. Saya sudah pernah ancam bunuh dia, tapi dia masih menemui istri saya,” demikian pernyataan Iqbal ke Sulaiman.

Tersangka Sulaiman bertanya, “jadi bagaimana mau ta?”.

Iqbal menjawab, “Kamu mau bantu eksekusi saja?”.

Sulaiman lantas menolak. Ia mengaku tidak berani. Melihat darah saja, oknum polisi itu mengaku takut.

“Saya tidak berani. Lihat darah saja saya tidak berani,” jawab Sulaiman ke Iqbal.

Iqbal kemudian meminta tolong agar Sulaiman mencarikan orang yang berani membunuh Najamuddin.

“Kalau begitu carikan orang yang berani. Nanti saya bayar,” kata Iqbal.

Seperti diketahui sebelumnya, Najamuddin Sewang tiba-tiba terjatuh saat mengendarai sepeda motornya di Jalan Danau Tanjung Bunga, Minggu, 3 April 2022 lalu.

Awalnya ia dikira kecelakaan karena terkena serangan jantung.

Namun fakta berkata lain. Najamuddin ternyata ditembak oleh orang tak dikenal.

Belakangan diketahui, pelakunya adalah mantan atasan korban yang tak lain adalah eks Kasatpol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan. Motifnya karena masalah asmara. (*)

loading...

Posmakassar.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya