MONSTER GENOSIDA

Redaktur
Redaktur

Jumat, 01 Desember 2023 17:00

MONSTER GENOSIDA

Beberapa waktu lalu, dari Gaza, Palestina, dikabarkan sekitar 11.000 bungkusan jenazah diturunkan kedalam tanah. Data tersebut, termasuk 4.506 bayi dan anak-anak tidak berdosa.

Keluarga, sahabat dan para pejuang Hamas sebagian berdiri di pinggir lubang sepanjang 22 meter itu hanya bisa tertunduk. Mereka memanjatkan doa buat para syuhada, korban keganasan mesin perang Israel dibawah kendali PM Benjamin Netanyahu.

Jumlah itu tentu masih bersifat sementara karena dipastikan masih banyak jenazah yang tertimbun runtuhan bangunan yang belum dievakuasi

Kita yang jauh, hanya bisa berdoa sebisanya untuk mereka, warga sipil yang tidak berdosa sama sekali. Juga berdoa untuk para pejuang yang sahid, korban perang di disana.

Dari televisi kita menyaksikan semacam potongan kepedihan. Rumah penduduk, rumah sakit dan mesjid serta fasilitas kehidupan lainnya yang hancur, pohon bertumbangan, tubuh-tubuh hewan ternak yang mati kaku dan wajah para ibu yang kehilangan ekspresi. Juga air mata.

Diam-diam, kita juga berdoa untuk diri sendiri. Menghadapi ganasnya manusia yang tega melakukan genosida (pembantaian etnis).

Harapan kita, memang hanya itu, hanya bisa berdoa – sebagai pengakuan bahwa sebagai seorang muslim, meskipun kita banyak, tapi kita hanya seperti setitik debu di hadapan Tuhan Semesta Alam. Kita tak bisa berbuat apa-apa. Kita hanya bisa memohon perlindungan-Nya dari bencana dunia, bencana kemanusian yang telihat nyata.

Dalam sejarah, korban pembantaian manusia seperti itu, juga banyak menampilkan catatan lainnya. Pada abad 13 misalkan, Jenghis Khan melakukan penaklukan dunia. Dari pegunungan Mongol lelaki ini memimpin pasukan berkuda untuk menghancurkan Tiongkok, Rusia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad. Berbeda dengan para penakluk sebelumnya, Jenghis Khan tidak datang untuk menguasai.

Dia datang untuk menjarah dan menghancurkan. Membakar kota, menculik perempuan muda, dan membunuh semua warga. Selama satu dasawarsa pasukan Jenghis Khan membinasakan lebih dari dua juta orang.

Pada 28 Juli 1914, diawali dengan terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand dari Austria perang dunia I dikobarkan. Selama empat tahun perang ini memakan korban 40 juta orang tewas. Dinasti-dinasti besar Eropa seperti Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern runtuh. Seluruh wilayah Eropa terbakar. Ego para kaisar dan pemimpin dunia untuk saling menghancurkan membuat masyarakat menderita depresi ekonomi berkepanjangan pada 1929.

Rupanya kehidupan, tiap era, tiap jaman memang akan selalu menghadirkan monster-monster genosida, orang-orang biadab yang punya semangat membunuh luar biasa.

Jerman melahirkan Hitler yang ambisius dan tempramental akut. Lalu dunia dilanda perang berkepanjangan.

Di tangan Hitler 5,9 juta Yahudi (jumlah sesungguhnya masih jadi perdebatan), dua juta pasukan Rusia, ratusan ribu orang cacat dan kaum homoseksual dibunuh. Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang, memberangus dua kota dan isinya. Total korban meninggal pada perang dunia II mencapai 50 juta orang!

Di Perancis ada Napoleon Bonaparte. Lelaki gemuk pendek ini memimpin Perancis dari 1799 hingga 1815 melalui kudeta berdarah. Dia berusaha meluaskan kekuasaanya ke seluruh Eropa. Kekuasaannya berakhir ketika berhadapan dengan Inggris dan Rusia melalui pertempuran Waterloo. Selama kekuasaanya, perang yang dikobarkan Napoleon telah membunuh 6 juta manusia.

Kejadian paling memilukan dunia adalah peristiwa di perang saudara di Konggo. 15 ribu perempuan diperkosa dan 5,4 juta nyawa dibunuh. Kekejian yang hampir sama juga terjadi dalam perang di Rwanda antara suku Julu dan Tutsi. Sungai- sungai di Afrika dipenuhi mayat bergelimpangan. Genangan darah dimana-mana. Sementara di Asia, kekuasaan Pol Pot di Kamboja menewaskan 2 juta rakyat (1975 – 1979) atau yang kita kenal dengan istilah The Killing Fields, yang menyebabkan 1,5 juta hingga 2 juta korban sipil berjatuhan.

Menilik pada sisi lain Eropa, tahun 1915 atau yang kita kenal sebagai awal terjadinya genosida terhadap orang-orang Armenia. Saat itu, partai penguasa Kekaisaran Turki Ottoman, Turki Muda, melancarkan aksinya untuk menghilangkan populasi Armenia dari Kekaisaran Turki Ottoman. Hal ini bermula dari tindakan Armenia, yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Turki Ottoman, memberi bantuan kepada Rusia untuk berperang melawan Turki, saat Perang Dunia I. Pemerintah Turki kemudian menggencarkan pembalasan dengan “penghapusan” orang-orang Armenia dari zona peperangan di Front Timur. Peristiwa itu kerap disebut sebagai genosida pertama di era modern.

Jika kita menilik sejarah Indonesia kengerian juga pernah terjadi. Pasca hura-hara politik 1965, ratusan ribu orang yang ‘diduga’ pengikut PKI dibantai. Di Bali saja, menurut catatat Soe Hok Gie, korban pengikut PKI berjumlah 80 ribu orang. Sungai di Jawa dipenuhi darah dan mayat. Tanah-tanah menjadi kuburan masal.

Begitulah…

Jika kita merefleksikan sejarah peradaban manusia, kita bisa menyimpulkan bahwa sesungguhnya manusia itu memiliki kapasitas untuk memanusiakan manusia lainya, tapi dari fakta sejarah yang ada, juga ada sosok manusia serupa monster yang memiliki kebiadaban yang tidak berperikemanusiaan.

Penulis : Zulkarnain Ali Naru

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 Maret 2024 16:46
Damkar Makassar Sigap Selamatkan Ibu Terjebak Lift di Puskesmas Kassi Kassi
POSMAKASSAR.COM — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar, dengan sigap menyelamatkan seorang ibu yang terjebak di lift Puskesmas Kassi K...
Metro05 Maret 2024 16:37
PJ Sekda Hadiri Penilaian Perencanaan Dokumen
POSMAKASSAR.COM — PJ Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra menghadiri penjurian penilaian untuk OPD dengan perencanaan terbaik, di Balaikota, Senin (...
Metro05 Maret 2024 16:27
Danny Pomanto Berhasil Antar Makassar Raih Lima Penghargaan Adipura
POSMAKASSAR.COM — Kepemimpinan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam menjalankan roda pemerintahan mengukir banyak prestasi. Salah satunya...
Lifestyle05 Maret 2024 12:02
Gelar Novo Club Batch 3, POSParagonCorp Pecahkan Rekor MuRI
POSMAKASSAR.COM — POSParagon Corp gelar pembukaan NovoClub Batch 3 yang dilaksanakan serentak di 15 titik di Indonesia. Program pengembangan k...